Kamis, 28 Februari 2008. Tidak ada hal yang terlalu istimewa hari ini. Seperti biasa, saya berangkat kuliah pagi. Sesampainya di kampus pun, tidak ada suatu pun yang tampaknya menarik. Semuanya berjalan normal. Kuliah susah, ga ngerti apa yang dibahas, dan pulang dengan berjuta rasa penasaran akan apa yang dibahas di kelas. Apapun itu, saya tidak bisa tidak bersyukur atas apa yang saya dapatkan hari ini. Bukan karena kuliah, tapi karena sahabat saya dari Semarang datang berkunjung ke tempat saya di Depok.
Memang ini bukan kali pertama dia ke Depok. Tetapi, dengan berkungjungnya Faizal, saya semakin yakin bahwa apa yang dinamakan persahabatan bukan sekedar mengumbar janji-janji gombal, tetapi persahabatan adalah rasa saling sayang, saling percaya, saling silaturahim, saling menghargai, dan saling maklum. Persahabatan tidak harus ditandai dengan frekuensi pertemuan yang melimpah, ataupun bahasa SMS yang indah. Persahabatan adalah rasa saling memiliki, rasa saling memaklumi. Malam itu, saya dan teman-teman yang lain menyambut Faizal dengan gaya alakadarnya. Dimulai dengan penyambutan sederhana berupa traktir makan! Haha, tidak heboh ya? Seperti biasa, Faizal bersikap sangat pemalu dan ga enakan kalau diperlakukan baik. Tapi, itu dia, saat Faizal menerima traktir itu, saya bisa melihat bahwa dia tahu apa yang teman-temannya mau, yakni menyenangkan hatinya.
Tidak selesai di situ, kami pun membeli martabak ketan dan martabak kacang untuk camilan malam, mengingat Faizal berencana untuk menginap di tempat kos Frans. Saya pun memutuskan untuk menginap di sana, berlima, bersama Frans, Tangguh, Akbar dan Faizal.
Pukul 22.30 Saya berada di kosan Frans bersama Faizal dan Frans. Kami sedang sibuk dengan permainan Counter Strike yang ingin di install di computer Frans. HP saya berbunyi, telepon dari Panji. Dia mengabari bahwa teman saya yang lain, Kamal, mengalami kecelakaan.
Saya pergi dari kosan frans menuju tempat Panji, demi Kamal. Saya berlari. Saya bertemu Panji, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan, untunglah, Kamal mengalami kecelakaan yang tidak terlalu parah di jarinya. Siang itu, Kamal mengalami kecelakaan saat tangannya tertendang oleh kaki musuh saat bermain futsal. Saya menerima surat itu dan kemudian kembali ke tempat Frans. Sebelumnya, saya sempat mengobrol bersama Lala dan Karina sebelum saya akhirnya diantar Panji ke tempat Frans sekaligus Panji bertemu denagn Faizal. Yah, setelah itu, Tangguh dan akbar baru datang ke tempat Frans. Akhirnya kami bersama-sama menyantap martabak yang saya beli. Syukurlah Kamal tidak terlalu parah, sehingga kami bisa agak lebih santai melewati malam itu.
Malam itu kami lalui dengan bermain CS (baca: counter strike-red.). setelah berhasil menginstall CS di computer Frans, akhirnya permainan dimulai. Permainan terus berlanjut hingga sekitar pukul 12 malam, sebelum akhirnya kami semua tidur. Akhirnya, meskipun sangat sederhana, tulisan ini pun harus selesai, seiring selesainya kunjungan Faizal ke tempat kami. Semoga persahabatan ini terus membantu kami menjalani kehidupan yang semakin semerawut. Wallahu a’lam.




0 comments:
Post a Comment