Friday, June 20, 2008

Kondisi Fasilkom Futuh

Fasilkom, kampus saya tercinta. Apa memang harus ada suatu kondisi futuh disini? Maksud saya, apa yang dimaksud dengan futuh di fasilkom? Apakah kondisi saat ini belum cukup dikategorikan sebagai kondisi futuh? Futuh itu menang. Lantas, apa yang harus kita menangkan disini? Apakah kedigdayaan Islam yang harus kita galakkan untuk mencapai kondisi futuh? Bagaimana? Bukankah saat ini kondisi fasilkom sangatlah baik bahkan tergolong indah? Bukankah keberadaan Islam di fasilkom saat ini telah mencapai suatu posisi yang istimewa? Baiklah, saya pahami bahwa kondisi futuh fasilkom adalah suatu kondisi dimana semua masyarakat fasilkom terkena berkah Islam yang memancar.

Saya mendambakan suatu kondisi futuh dimana segenap anggota keluarga fasilkom merasa nyaman, tentram, serta bersemangat dalam beraktivitas dikarenakan adanya Islam yang menjadi sebuah penyejuk kehidupan. Bukan hanya untuk orang Islam, tapi juga untuk orang non-Islam. Tidak perlu kita tegakkan hukum Islam, tetapi kita terapkan nilai-nilai islam di sini. Tentunya nilai-nilai Islam yang dapat dinikmati oleh segenap warga fasilkom. Tunjukkan bahwa Islam telah menang dalam membangun masyarakat Fasilkom yang beradab. Misal, saling meyapa dan memberi salam ke semua orang yang kita jumpai di fasilkom, ataupun saling menasehati jika ada kawan kita yang berbuat curang saat ujian.

Saya ingin kondisi futuh yang, jika saya berdiri di tengah sekre square, dan saya menyapa semua orang yang ada disana, maka mereka akan menjawabnya sambil tersenyum.

Islam telah mengajarkan bahwa kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain. Karena itu, saya mendambakan masyarakat fasilkom yang saling menghargai antar sesama sehingga tercipta suatu kerukunan. Kerukunan umat beragama dimana antar dua individu berbeda agama tetap dapat berhubungan dengan baik, karena kita memahami betul makna lakum diinukum waliyadiin.

Saya mendambakan kondisi fasilkom futuh yang anti sektarian, dimana anak-anak FUKI (baca: rohis) tetap dapat memberikan manfaat ke semua warga fasilkom, bukan hanya kepada warga Islam fasilkom. Kondisi dimana kita tidak dapat dipecah-belah oleh siapapun, karena kita satu, fasilkom, dan tentunya, diwarnai oleh nilai-nilai Islam yang luhur.

Saya mendambakan kondisi fasilkom futuh yang paham, bahwa kita hidup di bawah satu payung, fasilkom. Dan karena itu, saya, orang Islam, harus dapat bekerjasama guna mencapai kondisi fasilkom yang nyaman. Kondisi yang membuat kita merasa benar bahwa fasilkom adalah tempat yang tepat untuk membangun diri.

Kondisi futuh fasilkom saya dambakan sebagai kondisi yang paling nyaman bagi kita semua atas nilai-nilai Islam yang dapat diterima oleh seluruh warga fasilkom dengan senang hati.

3 comments:

fitri said...

pe er ya mbah? wah.. sungguh sangat membahagiakan kalau bisa muncul suasana seperti itu di fasilkom
fitri jadi pengen taro di blog juga, hehe

aulia87 said...

wah tulisannya MSB, cukup luar biasa ya. emang penulis sejati nih.

Meri said...

thinking about putting that writing on blog too.

good idea. :)

tukeran link yuu....