Wednesday, July 16, 2008

Gelegar lagu Geby

Tidak usahlah saya menjelaskan asal usul lagu Geby. Sudah banyak yang tahu tentangnya. Saya berpikir suatu hal saat suatu sore saya menonton sebuah acara infotainment di tv. Begini bunyi kalimat yang membuat saya kritis: “lagu Geby yang beberapa waktu belakangan ini heboh di dunia internet bla..bla...”

Mungkin benar, di dunia internet lagu Geby sedang terkenal. Namun, ada hal lain yang membuat Geby semakin terkenal di masyarakat: media infotainment. Menurut saya, Geby tidak akan menjadi terlalu heboh jika media infotainment yang kehabisan ide tidak meng-expose-nya. Terang saja, menurut saya, lagu Geby tidak terlalu istimewa. Nadanya tidak terlalu bagus. Lagipula, perbincangan di internet pun hanya sebatas forum-forum biasa saja seperti Kaskus dll. Hanya karena mungkin, menurut isu provokatif sebagian orang, liriknya menceritakan tentang kisah seorang gadis yang ditinggal mati kekasihnya. Sehingga seolah lagu ini menjadi sangat valuable. Sekarang, bermunculan orang-orang sakti yang mengaku pemilik lagu Geby. Macam-macamlah, sampai ada yang mengaluarkan bukti berupa lirik tua yang dibuat tahun 2005. Lebih-lebih, Roy Suryo ikut diajak nimbrung. Kata orang tv, Wah, bisa tambah rame nih, acara laku, rating naik deh.

Inilah salah satu cara infotainment membangun opini publik. Licik. Mereka dengan seenak-enaknya membangun pemikiran kita ke sebuah skenario yang mereka susun. Setuju tidak? Terserah. Menurut saya, ini tidak lain hanyalah “kerjaannya” orang-orang infotainment untuk menaikkan rating mereka. Bingung dengan berita yang “itu-itu saja”, infotainment melebarkan sayapnya dengan mencari berita jenis baru. Diangkatlah kasus Geby, dari internet katanya. Dibuat pula sebuah skenario pembangunan arus berpikir masyarakat agar tetap penasaran mengkuti berita Geby. Pelan-pelan dibangun, pelan-pelan masyarakat dibuat penasaran untuk tetap mengikuti acara mereka. Untuk apa? Untuk meraih rating yang tinggi, untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Jangan mudah tertipu. Coba kita telaah kembali, seberapa pentingkah berita Geby ini untuk secara terus-menerus diperbincangkan? Setelah tahu, lalu apa? Cukup tahu saja tidak cukup? Infotainment kita tidak kreatif. Oh, atau bahkan, pemberitaan lagu Geby mereka anggap kreatif? Pembodohan masyarakat mereka anggap kreatif?

Sebenarnya, tidak hanya kasus Geby, banyak kisah-kisah lain yang benar-benar memperlihatkan betapa kita sedang dibodohi oleh infotainment. Boleh mereka berdalih bahwa infotainment itu sangat diperlukan sebagai media antara artis dengan penggemarnya. Tapi, jangan lantas infotainment justru membodohi masyarakat. Jangan lantas menyuapi arus berpikir masyarakat demi memperoleh keuntungan semata.

-mungkin kalian menganggap bahwa tulisan ini pun sebenarnya turut meramaikan perbincangan Geby. However, that’s not a problem, I just analyzed-

0 comments: