Saturday, July 12, 2008

Kepuasan

Mungkin, bagi bang Jablay, kepuasan adalah saat melihat motor saya yang dicucinya mengkilap tanpa noda. Mungkin, bagi mpo Ani, kepuasan adalah saat melihat saya membawa piring nasi uduknya kembali dengan tanpa sisa apapun. Mungkin, menurut Wandi, kepuasan berarti saat bisa meninggalkan kost-an dengan keadaan rumah kost yang rapi, bersih, sudah dipel. Mungkin, menurut mas Budi, kepuasan berarti makan nasi lauk ayam hasil dari kerjaannya sendiri selama seharian. Mungkin, menurut mas Herdis, kepuasan berarti saat tulisannya berhasil dimuat di Kompas. Mungkin, bagi mas Iyus, kepuasan berarti saat dapat memberikan bantuan bagi orang-orang di sekelilingnya. Mungkin, bagi mas Akmal, kepuasan berarti saat berhasil memainkan remot control barunya. Mungkin, menurut Ating, kepuasan berarti saat bisa menengguk air es malam hari. Mungkin, bagi mas Khalid, kepuasan berarti saat bisa menemukan Linux versinya sendiri. Mungkin, bagi mas Tino, kepuasan berarti saat bisa pulang kerja siang hari. Mungkin, bagi mas Haris, kepuasan berarti saat bisa bolos kerja. Mungkin, menurut mas Gustami, kepuasan berarti saat diterima kerja dan diizinkan bekerja oleh kedua orang tuanya. Mungkin, menurut mas Afat, kepuasan berarti saat bisa nonton konser GIGI setelah mendengar kabar Inter Milan menang. Mungkin, menurut mas Say, kepuasan berarti saat bisa bermain bass sendirian tanpa gangguan. Mungkin menurut mas Said, kepusan berarti saat lulus menjadi sarjana. Mungkin, menurut mas Arif, kepuasan berarti saat kerja praktik selesai. Mungkin, menurut Naruse, kepuasan berarti saat bisa berinternet ria tanpa batas.

Mungkin, menurut Dinda, kepusan berarti saat berhasil masuk FK. Mungkin, bagi Icha, kepuasan berarti saat IP-nya bisa naik. Mungkin, bagi Lala, kepuasan berarti saat Suma berhasil terbit dengan kontribusinya di sana. Mungkin, menurut Essa, kepuasan berarti saat berhasil lulus jadi dokter. Mungkin, menurut Ichi, kepuasan berarti saat bisa jalan dari rumahanya kerumah saya selama 15 menit. Mungkin menurut Hadiid, kepuasan berarti saat berhasil menjadi lebih baik dalam menjalani hidupnya.

Mungkin, menurut mama, kepuasan berarti saat berhasil memberi makan anak-anaknya sampai kenyang tanpa komentar. Mungkin, bagi bapa, kepuasan berarti saat berhasil mengalah dengan saya perihal siapa yang pakai motor biru. Mungkin, menurut mas Mun’im, kepuasan berarti saat saya yang nyuci piring dan masukin motor. Mungkin, menurut Aziz, kepuasan berarti saat berhasil menyelesaikan game Warcraft.

Mungkin, bagi Frans, kepuasan berarti saat berhasil ngulik lagu tiga biji. Mungkin, menurut Tangguh, kepuasan berarti saat berhasil ketiduran saat rapat. Mungkin, menurut Irwan, kepuasan berarti saat berhasil terus bergerak dan berkontribusi. Mungkin, menurut Faizal, kepuasan berarti saat bisa menjad dokter dan menemukan obat kanker. Mungkin, menurut Toufiq, kepuasan berarti saat dia menemukan orang yang lebih baik dari dia.

Mungkin, menurut mereka begitu. Tapi, bagi saya kepuasan adalah saat saya bisa membuat senang orang-orang yang saya sayangi.

0 comments: