Wednesday, September 17, 2008

Tapak-tapak


tapak -tapak yang dulu kulalui,
kutelusuri balik satu satu
tertegun aku, terhenyak bagai mimpi
saat lalu yang tak mungkin kan kembali
diam-diam kutemui satu-satu
terkejut aku, begitu banyak noda
tak terasa

semua yang telah terjadi
takkanlah mungkin kan terhapus kini
yang telah terjadi, kan tetap terjadi
perlahan-lahan kusadar kembali
saat lalu itu bukan cuma mimpi
dan langkah baru harus aku mulai saat ini

-Iwan Abdurrahman-

0 comments: