Thursday, November 20, 2008

REPUBLIK KAUM MUDA, Menegaskan Komitmen Kepada Republik


kembali saya diberikan kesempatan untuk menghadiri diskusi Lingkar Muda Indonesia. diskusi kali ini bertema : REPUBLIK KAUM MUDA, Menegaskan Komitmen Kepada Republik. diskusi yang diadakan di gedung Kompas Gramedia pada tanggal 24 Oktober 2008 ini menghadirkan beberapa narasumber kondang semisal Rosiana Silalahi, Hery B. Priyono, Yudi Latif, dan Garin Nugroho. dan, diskusi ini dimoderatori oleh Effendi Ghazali.


sangat menarik pembahasan masalah yang disodorkan para pembicara. dimulai dari romo Hery, beliau bercerita mengenai suatu sistem perekonomian yang tercerabut. beliau menuturkan bahwa masalah ekonomi Indonesia saat ini bukanlah terletak pada ekonomi pasar, namun masalahnya adalah bahwa "ekonomi pasar yang berlaku dewasa ini adalah jenis ekonomi pasar yang tercerabut (disembedded)". - Hery B.Priyono untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi (akaldankehendak.com).




pembahasan diskusi dilanjutkan oleh Rosiana Silalahi yang berkisah bahwa sebenarnya, media di Indonesia bersifat sangat liberal dibandingkan dengan negara luar, termasuk Amerika. bayangkan saja, di Amerika, pidato Presiden harus disiarkan di Televisi dengan layar bersih. tanpa iklan atau banner apapun. tapi kenyataannya, di Indonesia, saat SBY pidato, banner berita tetap saja berjalan dengan santai di bagian bawah layar televisi. bukan hanya itu, acara-acara televisi yang disodorkan ke publik pun masih tergantung kepada rating. tidak ada unsur pendidikan di dalamnya. jam-jam/keluarga(19.00-21.00) sibuk selalu dipakai untuk sinetron. siaran berita atau pendidikan ditaruh pada bukan jam-jam sibuk atau jam keluarga.

diskusi dilanjutkan oleh Yudi Latif dan Garin Nugroho yang sayangnya, saya kurang mengerti tentang apa yang mereka bahas.

terlihat sangat sederhana tulisan ini. biarlah..

1 comments:

Giy-Blog Praksiologi said...

Selamat anda telah menemukan sebagian 'mutiara' pemikiran di akaldankehendak.com

Kami tunggu koment2-nya untuk diskusi di sana.

Salam
Giyanto