Kesuksesan tidak hadir dengan sendirinya. Ibarat memetik buah rambutan, sukses pun harus dijemput. Pengorbanan demi pengorbanan harus kita lakukan untuk mendapatkan sukses yang kita mau. Tentunya, kesuksesan yang diimpikan oleh setiap orang berbeda-beda. Namun, apapun jenis sukses yang kita mau, tetap harus dilakukan usaha-usaha maksimal untuk meraihnya. Thomas Sugiarto, Salah satu orang Indonesia yang telah mencapai tingkat kesuksesan luar biasa, menginginkan sebuah kesuksesan lebih yang lain dari apa yang telah ia alami hingga saat ini, yakni mencapai financial and time freedom pada tahun 2012 nanti
Keberhasilan pertama Thomas adalah ketika umurnya 10 tahun, dia berhasil berenang mencapai sampan setelah didorong ke laut oleh teman-temannya. Luar biasakah? Saat itu Thomas tidak bisa berenang! Didasari oleh kesadaran bahwa dirinya tergantung oleh irinya sendiri, alam bawah sadar Thomas telah memaksanya untuk berenang mencapai sampan, dsebelum akhirnya dia sadar bahwa “SAYA KOK BISA?”
Peristiwa itu benar-benar telah merubah Thomas Sugiarto menjadi seorang yang yakin bahwa apapun bisa ia lakukan, termasuk hal-hal yang sepertinya tidak mungkin. Tiga buah prinsip diterapkan Thomas dalam merajut kesuksesannya. Believing, Learning, dan Action. Tiga prinsip inilah yang secara panjang lebar beliau tuturkan di dalam buku “Your Great Success Starts from Now!” Terlihat sederhana memang, tetapi mulia.
Believing
Memupuk rasa percaya (believing) tidak sesulit membalik gunung. Ini hanyalah sebuah teknik autosugesti yang pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapapun. Bagi Thomas, “Bila mengatakan TIDAK MUNGKIN, TIDAK MUNGKIN, dan TIDAK MUNGKIN, sebenarnya anda telah menutup semua kemungkinan untuk mencari jalan keluar”. Mengapa peryataan itu tidak dibalik menjadi “KENAPA TIDAK?” inilah prinsip Thomas dalam mempuk rasa percaya dalam dirinya. Beliau meyakini bahwa pikiran kita sangatlah mempengaruhi keyakinan kita. Ketika kita mengucapkan “yakin” atau “pasti bisa”, maka alam bawah sadar kita secara otomastis akan menyimpannya sebagai suatu kewajiban yang harus dikerjakan.
Memiliki mimpi yang tinggi dapat membantu kita meraih mimpi itu. Mimpi berbeda dengan hayalan. Dengan mimpi, sekali lagi, alam bawah sadar kita akan terus merekam mimpi itu untuk kemudian memupuknya dalam diri kita sehingga secara tidak sadar kita akan melakukan berbagai cara sehingga mimpi itu terwujud. Untuk apa takut bermimipi kalau toh tidak ada ruginya? Mimpilah setinggi-tingginya, dan yakin! Yakin bahwa mimipi itu akan menjadi kenyataan. Buatlah mimpi dengan visuaisasi yang jelas. Jangan abstrak. Kalu perlu, gambarkan mimpi itu sedetail mungkin. Buat visualisasi yang membuat kita merasakan bahwa mimpi itu benar-benar telah terwujud. Fokuslah terhadap apa yang telah kita cita-citakan. Beranilah untuk tetap fokus. Jangan mudah menyerah.
Hal-hal inilah yang dituliskan Thomas di dalam bukunya melalui sikap Believing. Di dalam buku ini, dibahas secara menyeluruh berbagai macam kekuatan serta bukti nyata tentang arti kepercayaan terhadap mimpi. Buku ini mengajak kita untuk menjelajah lebih dalam untuk mengenal dan memanfaatkan alam bawah sadar kita yang notabene lebih berpengaruh (meskipun seolah tidak terasa) terhadap pencapaian mimpi-mimpi kita.
Learning
Belajar untuk berani, belajar untuk melawan rasa takut. Thomas menuturkan, ketakutan di dalam jiwa manusia terbentuk di atas alam sadarnya. Padahal hakikatnya, kemampuan alam bawah sadar manusia jauh lebih besar jika kita bisa memanfaatkannya. Untuk melawan rasa takut, harus kita mulai dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita tidak takut! Biarlah alam bawah sadar yang bekerja.
Belajar untuk terus memperbaiki diri. Setelah keyakinan dengan mantap kita tanamkan dalam hati, langkah selanjutnya adalah belajar untuk beraksi. Pupuk kebiasaan-kebiasaan baik yang akan memudahkan diri kita sendiri nantinya. Bertanggungjawab terhadap apa yang telah kita kerjakan. Belajar untuk membuat senang orang lain.
Di dalam bukunya, Thomas bercerita mengenai sebuah sifat yang mungkin sering dilupakan manusia pada umumnya, yakni sikap bertanggungjawab. Bagaimana kita seharusnya bertanggungjawab atas kesalahan yang telah kita kerjakan. Thomas berkisah mengenai sikap dia dan kawan-kawannya yang secara jantan menunggu seorang pelangggan hingga 6 jam tanpa makan untuk menyatakan permintaan maaf kepada klien karena secara tidak sengaja seorang teman Thomas mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan. Hal ini dilakukan atas dasar tanggung jawab. Inilah yang akan membuat diri kita menjadi terpercaya sehingga secara otomatis akan berdampak baik bagi diri kita.
Action
Tidak berguna Believing ataupun Learning tanpa Action. Untuk mencapai goal yang kita impikan, harus ada aksi yang dikerjakan. Aksi ini merupakan wujud akumulasi atas keyakinan(believing) serta pembelajaran(learning) yang selama ini telah kita lakukan. Tidak perlu menuggu lama untuk melakukan aksi. Tidak masalah apakah aksi itu seakan membuat kita jatuh sejatuh-jatuhnya. Karena kita telah mempunyai belief yang telah terintegrasi dengan sempurna bersamaan dengan tumbuhnya sikap learning kita.
Begitu pula Thomas menerapkan sikap ini dalam hidupnya. Beliau tidak ragu ketika mengambil keputusan dengan cepat. Terbukti ketika beliau dengan cepat memutuskan untuk pindah profesi dari penguasa perusahaan property menjadi agen asuransi dari nol. Bahkan ada satu profesi lagi yang beliau korbankan, yakni Ketua II bidang pelatihan dan Pendidikan di Asosiasi Real Estate Broker Indonesia DKI Jaya. Hal ini beliau lakukan semata-mata demi mimpinya yakni mencapai Financial and Time Freedom di tahun 2012.
Bagi Thomas, aksi berarti memanfaatkan segala sesuatu yang mungkin dilakukan, dalam kondisi apapun. Suatu hari, ketika Thomas sedang terbaring sakit di Singapura, Thomas masih sempat mengirimkan kepiting kepada seorang calon nasabahnya di Jakarta Selatan. Siapa yang menyangka bahwa calon nasabahnya ini kelak akan memberikan manfaat yang lebih tinggi nilainya ketimbang kepiting?
Buku 220 halaman ini disajikan dengan bahasa yang enak di telinga. Pembaca tidak perlu mengerut-ngerutkan dahi untuk mengerti isi dari buku ini. Menggunakan bebagai contoh nyata dalam setiap prinsip yang dia kerjakan, Thomas menyulap buku ini menjadi buku luar biasa yang lebih hidup. Setiap awal sub bab baru, disajikan tips-tips menarik yang membantu pembaca membangun karakter Believing, Learning, dan Action. Bahkan, melalui buku ini Thomas menantang setiap pembacanya untuk ikut terjun ke dalam dunia bisnis yang ia jalani.
Meskipun demikian, sebagai buku motifasi, seharusnya buku ini memiliki alur yang lebih jelas dimana bab-bab yang disajikan sesuai dengan isi dari bab tersebut. Terdapat beberapa ketidakkonsistenan dalam merangkai materi buku ini sehinggga membuat buku ini seolah-olah tidak memiliki alur yang pasti. Pada beberapa bagian, terdapat beberapa pengulangan materi yang tidak menutup kemungkinan akan membuat pembaca bosan. Tentunya hal ini adalah sebuah koreksi yang semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Judul : Your Great Success is Start from Now
Pengarang : Thomas Sugiarto
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2008
Tebal Buku : 220 halaman


