Thursday, May 14, 2009

Katanya Kencing itu Mudah


Kencing, mengeluarkan urin dari tubuh melalui organ pengeluaran. Perasaan ingin kencing disebut kebelet. Entah sebenarnya kebelet itu perasaan jenis apa. Kebelet itu bukan sakit, bukan pegal, bukan manis, asam, asin, atau pahit. Kebelet juga bukan ngantuk. Yang jelas, saat kebelet sudah terpuaskan, artinya kita kencing, pasti badan merasa segar, enteng, nyaman.

Kencing itu mudah. Saat perasaan kebelet datang, kita tinggal mencari tempat yang tepat, kencing di sana. Pastinya tempat yang paling sering buat kencing adalah kamar mandi, meskipun kencing sering juga dilakukan di kali, balik semak, balik pohon, trotoar, atau tembok rumah.

Untuk masalah kecing, kita bisa melupakan segala hal sekadar untuk memenuhi hasrat yang satu ini. Kalau udah kebelet, semua hal selain kecing itu menjadi nomor dua! Malah, kadang kita sering berpikir pendek, bagaimana hasrat ini terpenuhi tanpa mempedulikan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kencing baik pada diri maupun lingkungan kita. Ketika kita kencing di balik pohon, apakah kita pernah berpikir kalau kencing itu akan membuat orang-orang yang lewat pohon itu merasa tidak nyaman? Ketika kita kencing di tembok rumah orang, apakah kita pernah berpikir bahwa pasti orang yang punya tembok itu merasa jijik karena temboknya bau pesing?

Sekarang kita masuk bagian paling sensitif.
Entah hal ini hanya saya yang merasakan, atau bahkan semua orang di dunia juga merasakan, meskipun mereka semua malu mengatakannya, bahwa kencing itu sungguh-sungguh sulit!! Kencing di manapun, sangat sulit!! Percayalah!

salah satu kewajiban setelah kencing adalah bersuci, thaharah ejaan arabnya. Bersuci wajib kita lakukan agar shalat kita sah. Meskipun nantinya kita berwudhu, wudhu itu tidak akan sah kalau kita belum bersuci, dalam hal ini bersuci setelah kencing. Tapi, terutama bagi laki-laki, pernah tidak kita tidak bersuci (a.k.a cebok) setelah kencing? What a disaster!! Kecuali memang situasi tidak memungkinkan dan kita tidak sedang memiliki tanggungan kewajiban semisal shalat, mungkin hal itu diperbolehkan. Tapi jangan salah, untuk keadaan normal pun masih ada orang yang melakukan hal memalukan ini. Silakan bertanya pada diri sendiri. Jangan anggap sepele masalah kencing ini. Di dalam hadist disebutkan kalau kebanyakan laki-laki masuk neraka karena menyepelekan najis air kencing.

Seandainya kita selalu kencing di kamar mandi, mungkin kita berpikir bahwa bersuci itu sudah hal alami yang pasti kita lakukan. Kesimpulannya, bersuci itu mudah. Awas!! Masalah kencing bukan hanya masalah bersuci lantas kita suci. Bagaimana dengan celana/rok yang kita pakai? Apakah kita cukup yakin kalau celana/rok kita juga suci? Apakah kita yakin bahwa tidak ada air cipratan kencing yang terkena celana/rok kita? Bahkan, kalau mau lebih dalam lagi, apakah kita yakin bahwa tidak ada air kencing yang menetes di celana dalam kita? Inilah bagian tersulitnya.
Kita tahu lantai kamar mandi itu basah. Sayangnya, terkadang kita memakai celana/rok panjang. Ketika kita kencing dan lalu bersuci, terlalu banyak kemungkinan celana/rok kita akan terciprat air dari lantai kamar mandi. Bukankah air cipratan dari lantai kamar mandi juga najis? Karena semua najis yang kita hasilkan di dalam kamar mandi pasti dirasakan oleh lantai kamar mandi. Lalu, setelah itu, kita dengan santai pergi shalat. Astaghfirullah. Semoga itu tidak terjadi pada diri kita.

Sayangnya hal-hal “sepele” seperti ini sangat jarang menjadi perhatian. Kita selalu berpikir mudah, tanpa melihat sesuatu yang “sepele” tadi namun bermakna besar!! Sungguh sulit menjaga celana agar tidak terkena cipratan air. Sungguh sulit menjaga agar tidak ada tetasan air kencing di celana.
Saya hanya ingin mengingatkan.

2 comments:

Muhamad Fajar said...

Trus solusinya gimana bah, suapaya terhindar dari menyepelekan hal ini.

muhammad mishbah said...

harus banyak ingat sama ALLAH.
banyak istighfar, karena pasti banyak kekurangan disana-sini meskipun kita sudah berusaha untuk tidak lalai..

berdoa agar kita selalu diberi kekuatan oleh ALLAH untuk dapat selalu ingat kepada-Nya. thx