![]() |
| SBY Me-Reshuffle KIB II |
Menteri:
- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa
- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
- Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
- Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
- Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
- Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
- Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
- Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
- Menteri Perindustrian: MS Hidayat
- Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggantikan Mari Elka Pangestu)
- Menteri Pertanian: Suswono
- Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
- Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
- Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
- Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
- Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
- Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
- Menteri Agama: Suryadharma Ali
- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
- Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
- Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
- Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
- Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
- Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
- Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan)
- Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
- Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
- Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
- Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
- Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
Pejabat Negara:
- Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
- Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Letjen TNI Marciano Norman (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto)
- Kepala BKPM Fuad Rahmany (menggantikan Gita Wiryawan).
- Wakil Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
- Wakil Menteri Perindustrian: Alex Retraubun
- Wakil Menteri Perhubungan: Bambang Susantono
- Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo
- Wakil Menteri Keuangan: Anny Ratnawati
- Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Hermanto Dardak
Calon Wakil Menteri:
- Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan.
- Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti
- Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan: Musliar Kasim
- Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo
- Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan)
- Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian)
- Wakil Menteri BUMN: Mahmuddin Yasin (sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN)
- Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron
- Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
- Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sapta Nirwandar
- Wakil Menteri ESDM: Widjajono Partowidagdo
- Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar
- Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana
Well, langsung saja. Kalau kita lihat rangkuman di atas, untuk poin yang berwarna biru muda, berkah yang mungkin muncul diantaranya adalah berkah pencetakan stempel baru, papan nama menteri baru, pembuatan template footer surat menteri baru, cetak foto menteri baru, dan baju seragam menteri baru. Mungkin pernak pernik ini nilainya tidak terlalu besar. Let's count it! Diumpamakan minimum biaya keseluruhan pernak-pernik tersebut sekitar 5 juta untuk tiap poin, maka untuk 13 poin berwarna biru muda di atas, jumlah anggaran yang harus dialokasikan sekitar 5x13= 65juta. Angka yang tidak besar.
Lalu untuk poin yang berwarna hijau, terjadi perubahan nama serta fungsi 2 kementrian. Kementrian Pendidikan Nasional diganti dan digabungkan dengan fungsi Kebudayaan menjadi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata diganti dan ditambahkan fungsi Ekonomi Kreatif menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif. Untuk kedua poin ini, berkah yang didapat berupa penggantian seluruh penamaan pada gedung-gedung maupun ruangan-ruangan kementrian bersangkutan, kendaraan dinas, kop surat, stempel, map, goody bag, logo kementrian, dan lain sebagainya. Jika satu kementrian mengalokasikan dana sebesar 3 Milyar (dengan perbandingan penggantian logo pertamina tempo lalu yang menghabiskan biaya 2 Milyar Rupiah), maka untuk 2 kementrian yang berwarna hijau muda di atas akan menghabiskan dana sekitar 6 Milyar hanya untuk biaya penggantian dan penyesuaian tersebut.
Jika digabungkan, maka akan keluar uang sekitar 6 Milyar 65 Juta Rupiah. Tentu angka ini akan sangat bermanfaat bagi pihak supplier langganan untuk kementrian yang melaksanakan perubahan ini. Mereka diantaranya adalah tukang fotokopi dan print, percetakan, dan juga penjahit. Lalu ditambah tukang reklame, material, serta desainer. Ini yang saya maksud dengan berkah karena dengan pergantian KIB II setidaknya dana +-6 Milyar 50juta ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pelaku dunia ekonomi kecil dan menengah. Selamat Panen, supplier!

Berkah banget mbah.
ReplyDeleteHidup kabinet baru.
Mudah-mudahan itu ongkos gak kebuang percuma ya.
eh tapi klo dipikir2
tuker pinjem aja kali mbah seragamnya
Sisanya benerin pake tipe-x
@fajar: jangan pake tipe-x jar, kasian kan lumayan juga buat penjahit kementrian, jar. heheee..
ReplyDeleteKayak lagunya LMFAO.. Everyday I'm shufflin'...
ReplyDeletehehehee
hihii.. iya betul-betul! hehe
Delete