Selasa, 12 Agustus 2008. Kali ini saya diberikan kesempatan untuk datang menghadiri sebuah Konferensi dan Expo tingkat Nasional berjudul Indo-Mining and Energy (Conference & Exhibition). Saat ini, saya sedang sangat bahagia atas kesempatan yang telah diberikan Allah sehingga saya dapat menghadiri acara ini. Berikut liputannya:
Acara ini dilaksanakan di Shangrila Hotel, Sudirman. Registrasi dimulai sejak pukul 9 pagi. Karena saya dan teman-teman (Herdis dan Hesti) datang tanpa undangan, akhirnya kami hanya menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa sebagai senjata. Percaya nggak percaya, KTM UI memang keramat! dengan mudahnya kami dapat langsung masuk ke dalam acara tanpa perlu menunjukkan undangan. Bahkan, kami diberikan nametag sebagai "delegasi" UI! waaaaaoooww! awesome!
Cerita punya cerita, ada kejadian menggelikan yang terjadi saat proses registrasi berjalan. Begini, saat sedang asik-asiknya menunggu giliran, tiba-tiba seorang lelaki berjas datang menyerobot antrian kami! "Astaghfirullah..", kata mas Herdis. tidak disangka, seorang yang bisa saya anggap sebagai "orang besar" (karena datang ke acara sebesar ini dan turut berbincang dengan orang-orang penting lainnya) ternyata memiliki moral yang buruk. Seandainya kejadian ini terjadi di luar negeri saat orang itu sedang bertugas membawa nama bangsa, maka apa kata dunia melihat "orang besar" Indonesia tidak bisa mengantri? weleh-weleh.. berarti, krisis moral di Indonesia bukan hanya diderita oleh kaum yang berpendidikan rendah, tetapi juga para "orang besar" berpikiran buruk.
Okay, tidak perlu terlalu lama ngomongin orang khilaf. Selanjutnya, dimulailah acara ini. dibuka dengan sambutan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro. Tetapi, karena beliau berhalangan hadir, maka beliau diwakili staf ahlinya yakni bapak Simon Sembiring.
Ada hal menarik lain, acara ini yang notabene adalah acara yang membahas masalah Energi di Indonesia, jumlah energy yang digunakan untuk acara ini terlalu boros. Terbukti dengan penggunaan lampu yang berlebihan, sebagai konsekuensi dipakainya hotel Shangrila sebagai tempat acara. Apapun itu, saya hanya tergelitik melihat fakta ini.
Masuk seminar. Seminar dihadiri oleh beberapa pembicara kelas atas dengan pemaparan presentasi yang bagus. Pembicara yang hadir diantaranya bapak Muhammad Lutfi (kepala BKPM) dan bapak Bambang Setiawan (Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi yang baru). Seminar juga dihadiri oleh pengusaha asing seperti yang ditampilkan pada foto sebelah kanan bawah ini. Tampak dua orang korea sedang memakai headset sebagai alat bantu mendengarkan pemaparan bahan narasumber yang selanjutnya diterjemahkan oleh penerjemah secara langsung.
Yeah, pastinya banyak hal lain lagi yang menarik. Tetapi, hal yang paling nikmat adalah MAKAN SIANG YANG DAHSYAT serta CINDERAMATA MENARIK bagi seorang kecil seperti kami-kami ini. hihi..


